jump to navigation

Langkah ku atur ke Surau September 6, 2008

Posted by menadahhidayah in Uncategorized.
trackback

Arif terkocoh-kocoh keluar dari rumah, tangan kirinya memegang plastik sampah. Pintu rumah dikunci. Sudah hampir azan, bisik hatinya.

Inilah kali pertama Arif bersembahyang terawih di masjid pada Ramadhan tahun ini. Kunci kereta di gemgam kemas, setelah membuang sampah, Arif terfikir, bagus juga aku berjalan. Bukanlah jauh sangat. Arif mendongak ke langit, sinaran bintang memancar lembut di balik awan. Mudah-mudahan tidak hujan malam ini. Amin…

Arif berseorangan hari ini, rakan serumahnya masih belum pulang dari kerja. Langkah di atur cermat. Masih belum kedengaran azan berkumandang.

Lantas terdetik dihatinya, “ Kenapa tidak aku berzikir dalam perjalanan ke surau ini.”

“Subahanallah hi wa Bihamdihi, Subahanallah hil Azim.” Mulutnya mengatur zikir dengan perlahan.

“Maha suci Allah, dan kepadaNyalah segala pujian, Maha suci Allah Yang Maha Agung.” Hati kecilnya memahami erti zikir itu.

Dengan setiap langkah berturutan, selari itulah setiap ucapan zikir di luahkan. Jauh di sudut hatinya berdoa “ Ya Allah, redhailah kehidupan ku ini, ampunilah dosa-dosa ku semuanya, terimalah puasaku ini sepenuhnya. Sedaya mungkin aku sempurnakan puasa ini untuk Mu Ya Rahim, Maka permudahkanlah ia untukku Ya Rahman. Ya Allah.. dengan rahmatMu redhailah aku untuk memasuki syurga Ar-Rayyan mu” Amin….

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: