jump to navigation

Ila dan Ramadhan 1429H September 5, 2008

Posted by menadahhidayah in Uncategorized.
trackback

Ila tersenyum sendirian. Lagu-lagu hari raya berkumandang begitu meriah di pejabatnya. Alahai, bisik hati kecilnya, baru masuk lima hari puasa.

 

Ila tidak jadi menaip reportnya, pandangannya kosong ke skrin desktopnya. Fikirannya menerawang jauh. Baru tahun ini dia bulatkan tekad untuk memeriahkan ramadhannya. Begitu kuat pula ujian menimpa.

 

Ila masih ingat, Ramadhan tahun lepas sepertinya hanya budaya yang biasa. Berpuasa dan kemudian menghitung detik Hari Raya. Menjelang berbuka, sibuk mencari makanan di bazaar Ramadhan. Terawih pun celup-celup sahaja. Hari jumaat, masa rehat dua jam di gunakan sepenuhnya untuk window shopping.

 

“Alahai… bagaimana pula untuk mengimarahkan Ramadhan tahun ini?” Bisiknya

 

Ila tahu, dari tazkirah yang di ikutinya di bulan Syaaban yang lalu, besar rahmat bulan Ramadhan ini. Sebaiknya setiap saat di isi dengan taqwa dan ibadah.

 

Ila tahu, ibadat puasa ini lah satu satunya ibadat yang dilakukan untuk Allah. Tidak seperti solat, zakat dan haji, yang lebih untuk diri manusia itu sendiri. Lantaran pahala puasa dan ganjaran puasa itu adalah hak Allah. Mustahil bagi Ila untuk menipu Allah, mungkin dia boleh menipu diri sendiri dengan mencuri-curi makan. Tapi tidak mungkin dia menipu Allah.

 

“Astarfirullah..” Ila beristifar, dia membulatkan tekad untuk membuat yang terbaik ramadhan ini.

 

Jika dulunya Ila lebih suka mendengar lagu raya, tahun ini Ila mahu melagukan zikir Asma-Ulhusna, atau Zikir taubat.

 

Jika dulunya Ila lebih suka mendengar radio popular bila terperangkap dalam jem pulang dari kerja, tahun ini Ila mahu mendengar Al-Mathurat dan Bacaan surah-surah lazim dari CD yang baru di belinya.

 

Itulah tekad Ila, senyumannya menguntum, matanya berkaca, dalam hatinya berdoa “Ya Allah, kurnialah aku kesihatan, kekuatan agar dapat aku mengingati mu, mengerjakan ibadah seikhlasnya kepada mu, Jauhilah aku dari bermalas-malasan dan leka dengan dugaan dunia. Hanya Engkau Ya Allah, aku menghambakan diri, dan tolongilah aku. Ku pohon keampunan seluruhnya, terimalah puasa ku ini sepenuhnya dan jadikanlah Ramadhan tahun ini mensucikan diriku dari dosa-dosa silam ku. Amin.”

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: